BULELENG — Korban langsung dilarikan untuk mendapat perawatan medis usai serangan. Selain menerima vaksin anti rabies (VAR), Gusti Kopang harus menjalani penjahitan luka sebanyak dua jahitan serta pemasangan tampon.
Perbekel Wanagiri, Made Suparanton, membenarkan peristiwa tersebut. Ia menyebut keberadaan monyet di wilayah Wanagiri sudah sejak lama menjadi persoalan bagi masyarakat setempat.
Monyet Rusak Bangunan, Baru Kali Ini Menggigit Warga
Menurut Suparanton, kawanan monyet tersebut kerap merusak bangunan dan mengganggu aktivitas warga. Meski demikian, sebelumnya belum pernah ada laporan warga menjadi korban gigitan monyet.
"Dari dulu sudah rusuh ngerusak-ngerusak. Tapi nggak pernah gigit, baru-baru ini digigit," ujar Suparanton saat dikonfirmasi, Rabu.
Kejadian itu menjadi perhatian setelah diunggah oleh akun Facebook Wayan Sumerta Yasa. Video berdurasi 1 menit 56 detik tersebut memperlihatkan kondisi setelah insiden terjadi.
Narasi dalam video menyebut keberadaan monyet di sekitar sekolah telah meresahkan dan berpotensi membahayakan para siswa.
Kantor Desa hingga Atap Sekolah Jadi Sasaran
Keberadaan monyet selama ini tidak hanya mengancam keselamatan warga, tetapi juga mengakibatkan kerusakan pada sejumlah fasilitas umum. Salah satunya Kantor Desa Wanagiri yang pernah mengalami kerusakan pada bagian plafon.
Gangguan serupa terjadi di SD Negeri 2 Wanagiri. Monyet-monyet tersebut pernah merusak atap sekolah hingga menyebabkan kegiatan belajar mengajar terganggu.
"Di sekolah juga seperti itu. Atapnya dirusak, sehingga siswa tidak bisa belajar dan akhirnya mendapat bantuan rehabilitasi atap," ujarnya.
Pemdes Sudah Koordinasi dengan BKSDA
Suparanton mengungkapkan, pemerintah desa sebelumnya telah menjalin koordinasi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) dan yayasan terkait untuk mencari jalan keluar atas meningkatnya populasi monyet di wilayah tersebut.
"Kami dulu pernah koordinasi dengan BKSDA dan yayasan, apakah bisa dikendalikan supaya populasinya tidak pesat," katanya.
Hingga kini belum ada keterangan resmi soal langkah lanjutan dari BKSDA menyusul insiden yang menimpa siswa kelas III tersebut. Warga berharap ada penanganan konkret agar aktivitas belajar di sekolah dan kegiatan sehari-hari tidak lagi terganggu kawanan monyet.