Pencarian

Bupati Buleleng Minta Perangkat Daerah Kejar Realisasi PAD, Baru 63,33 Persen hingga September 2026

Kamis, 08 Oktober 2026 • 06:16:02 WIB
Bupati Buleleng Minta Perangkat Daerah Kejar Realisasi PAD, Baru 63,33 Persen hingga September 2026
Bupati Buleleng Sutjidra memimpin rapat evaluasi realisasi PAD triwulan III tahun 2026 di Kantor Bupati Buleleng, Rabu.

BULELENG — Pemkab Buleleng mencatat realisasi PAD hingga September 2026 baru menyentuh Rp521 miliar lebih dari proyeksi tahunan Rp823 miliar lebih. Capaian itu setara 63,33 persen, sementara proyeksi triwulan III seharusnya sudah menembus 75 persen atau Rp617 miliar lebih.

Selisih sekitar Rp96 miliar dari target periode menjadi sorotan dalam rapat evaluasi yang dipimpin langsung Bupati Sutjidra. Rapat dihadiri Wakil Bupati Gede Supriatna, Sekretaris Daerah Gede Suyasa, Asisten Bidang Administrasi Umum Gede Sugiartha Widiada, serta kepala perangkat daerah pengelola pendapatan dan retribusi.

Regulasi yang Belum Lengkap Diminta Segera Dikoordinasikan

Sutjidra menilai sejumlah potensi pendapatan belum tergarap maksimal karena hambatan regulasi. Ia meminta perangkat daerah tidak menunda koordinasi jika menemukan aturan yang perlu dilengkapi.

"Jika ada regulasi yang masih perlu dilengkapi, tinggal dikoordinasikan saja, sehingga potensi yang ada bisa dimaksimalkan," kata Sutjidra saat memimpin rapat evaluasi realisasi PAD triwulan III tahun 2026, di Kantor Bupati Buleleng, Rabu.

Instruksi lain menyasar intensitas pemungutan, inovasi layanan, dan evaluasi regulasi di tiap perangkat daerah. Pemkab ingin potensi pendapatan daerah digenjot sebelum tutup tahun anggaran.

Lima Sektor Jadi Penyebab Realisasi Tertinggal

Sekretaris Daerah Buleleng Gede Suyasa menyebut pemerintah daerah tengah menelaah sejumlah sektor yang realisasinya di bawah target. Sektor itu meliputi pelayanan kesehatan, rumah potong hewan, persampahan, parkir, dan pemanfaatan fasilitas usaha di kawasan pariwisata.

Pada sektor kesehatan, pendapatan Puskesmas Busungbiu II baru 56,82 persen, terendah dibandingkan puskesmas lain. Penyebabnya rendahnya kunjungan pasien umum dibandingkan pasien peserta BPJS.

Retribusi Rumah Potong Hewan periode Januari hingga Juli mencapai 59,01 persen. Sektor ini dinilai masih menyimpan peluang untuk dioptimalkan pada tahun anggaran mendatang.

TPA Bengkala dan Retribusi Parkir Tepi Jalan Jadi Perhatian

Retribusi pelayanan persampahan di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Bengkala hingga triwulan III baru 54,27 persen atau Rp1,8 miliar lebih. Turunnya volume sampah yang masuk ke TPA dikaitkan dengan penerapan pemilahan sampah dari sumber dan optimalisasi Bank Sampah Unit di masing-masing desa.

Retribusi parkir di tepi jalan umum mencatat capaian paling rendah, yakni 34,55 persen atau Rp2,5 miliar lebih dari target Rp7,5 miliar. Sektor pariwisata juga dicermati karena kios dan tempat usaha di kawasan Dermaga Pelabuhan Tua serta Pantai Penimbangan belum termanfaatkan optimal.

Pelaporan Realisasi Diminta Harian

Suyasa menginstruksikan setiap perangkat daerah pemungut retribusi melaporkan perkembangan realisasi pendapatan secara langsung dan terkini. Tujuannya agar kendala pencapaian target bisa segera ditindaklanjuti.

Dengan sisa waktu tahun anggaran, Pemkab Buleleng menargetkan penguatan pemantauan berjalan paralel dengan upaya menutup selisih Rp96 miliar dari proyeksi triwulan III.

Follow www.denpasar24.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: bali.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks