DENPASAR — Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Bali Tri Arya Dhyana Kubontubuh menyatakan transformasi menuju ekonomi hijau tidak cukup hanya dengan imbauan. Pelaku usaha, katanya, kerap tersandung pada tingginya investasi awal saat hendak mengubah sistem produksi menjadi hemat energi dan minim sampah.
Karena itu, Diskop UKM Bali mendorong Bank BPD Bali menyiapkan skema pembiayaan hijau yang spesifik. Tujuannya agar UMKM yang naik kelas tidak justru terbebani utang tidak produktif.
Modal Awal Jadi Hambatan Utama UMKM Hijau
Tri Arya memaparkan tiga kebutuhan modal yang paling sering muncul di lapangan. Pertama, pembelian peralatan produksi yang lebih hemat energi. Kedua, perubahan sistem pengolahan limbah. Ketiga, penggantian bahan baku ke opsi ramah lingkungan.
"UMKM yang melakukan transformasi hijau sering kali membutuhkan modal awal untuk membeli peralatan produksi yang lebih hemat energi, mengubah sistem pengolahan limbah, atau mengganti bahan baku ramah lingkungan," ujarnya, Selasa (6/10/2026).
Skema pembiayaan yang dirancang bersama Bank BPD Bali diarahkan pada pembiayaan yang memicu peningkatan produktivitas dan keberlanjutan. Bukan sekadar menambah beban utang pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah.
Konsorsium Ekonomi Hijau Dilibatkan
Untuk menggerakkan ekosistem secara masif, Pemprov Bali membentuk Konsorsium Ekonomi Hijau (KEH). Forum lintas sektor ini menghimpun lembaga lingkungan Godevi, Koperasi Mitra Bumi Lestari, Sona EBT, lembaga ekoturisme, hingga platform pengolahan limbah WeShub.
Kolaborasi tersebut menjadi bagian terintegrasi dari program TUMBUH (Transformasi Usaha Menuju Bisnis Unggul dan Hijau). Program ini menyasar pelaku usaha yang ingin beralih ke rantai bisnis ramah lingkungan.
Standar Hijau Jadi Tuntutan Pasar
Tri Arya menilai standar kelestarian lingkungan dan efisiensi energi akan menjadi tuntutan utama pasar, baik domestik maupun internasional. Produk yang diproses dengan prinsip hijau, menurutnya, terbukti lebih berdaya saing dan lebih mudah diterima konsumen modern.
Sebagai bentuk apresiasi awal, Pemprov Bali menggelar ajang 'Tumbuh Anugraha'. Forum ini mengkurasi sekaligus memberi penghargaan kepada UMKM lokal yang sukses menerapkan operasional hemat energi, pengurangan sampah, serta penggunaan bahan baku berkelanjutan.
Skema pembiayaan hijau bersama Bank BPD Bali ditargetkan menjadi instrumen pendukung bagi UMKM yang lolos kurasi maupun yang tengah menyiapkan transformasi. Detail teknis pembiayaan, termasuk plafon dan suku bunga, belum diumumkan dalam keterangan tersebut.