Pencarian

Google Bela Performa Gemini 4 Argon, Bantah Klaim Kesulitan Coding

Kamis, 01 Oktober 2026 • 21:16:31 WIB
Google Bela Performa Gemini 4 Argon, Bantah Klaim Kesulitan Coding
Ilustrasi model AI Gemini 4 Argon yang diperkenalkan Google DeepMind.

BALI — Google mempertahankan klaim performa Gemini 4 Argon setelah laporan Bloomberg menyebut sebagian karyawan internal menilai model unggulan itu kesulitan menangani tugas coding tertentu. Model yang baru diperkenalkan ini menawarkan batas output hingga 1 juta token dan diposisikan bersaing dengan GPT-6 Astra serta model terbaru dari Anthropic dan OpenAI.

Google DeepMind memperkenalkan Gemini 4 Argon sebagai model unggulan terbaru perusahaan, dengan sejumlah peningkatan teknis yang signifikan. Peluncuran ini menempatkan model tersebut dalam persaingan langsung dengan GPT-6 Astra besutan OpenAI serta model-model terbaru dari Anthropic.

Klaim performa di atas kertas itu menuai pertanyaan dari internal Google sendiri. Sebagian karyawan menilai hasil benchmark Gemini 4 Argon tidak selalu sejalan dengan pengalaman penggunaan sehari-hari di lingkungan kerja perusahaan.

Benchmark Tinggi, tapi Dianggap Tidak Selalu Selaras di Lapangan

Laporan Bloomberg mengutip sejumlah karyawan Google yang menemukan bahwa Gemini 4 Argon "does less well when employees actually put it to work" dan "struggles to handle certain coding tasks". Temuan itu muncul setelah Google memamerkan keunggulan model baru tersebut di banyak area kunci saat acara peluncuran.

Google membantah keras penilaian tersebut. Juru bicara perusahaan menyatakan bahwa menyebut Gemini 4 Argon underperforming di area seperti coding adalah klaim yang tidak akurat.

Perusahaan juga merujuk pernyataan Koray Kavukcuoglu, kepala Google DeepMind, dari akhir September. Kavukcuoglu menegaskan bahwa pihaknya akan selalu berada di garis depan pengembangan model AI.

Di sisi lain, laporan yang sama menyebut satu karyawan Google menyatakan ada "large consensus" di antara pegawai bahwa Gemini 4 Argon memang berada di frontier. Sebagian lainnya justru khawatir model ini masih akan tertinggal dari model pesaing. Perbedaan pandangan di internal Google ini mencerminkan betapa ketatnya persaingan model bahasa besar saat ini.

Spesifikasi Teknis dan Harga Gemini 4 Argon

Gemini 4 Argon membawa sejumlah peningkatan yang signifikan. Model ini mendukung batas output hingga 1 juta token, jauh lebih besar dibanding generasi sebelumnya.

Google juga mengklaim model ini "highly capable at cybersecurity defense" dan menunjukkan "leading performance" di sejumlah use case lainnya. Klaim tersebut menjadi bagian dari upaya Google memposisikan Gemini 4 Argon sebagai model serbaguna untuk kebutuhan enterprise maupun konsumen.

Dari sisi harga, Gemini 4 Argon dibanderol dengan tarif $4 per 1 juta input token dan $20 per 1 juta output token. Google memberikan harga perkenalan setengah dari tarif tersebut untuk periode tertentu, sebuah strategi yang lazim digunakan untuk menarik adopsi awal developer dan perusahaan.

Peta Persaingan Model AI Makin Ketat

Ketegangan antara klaim benchmark dan pengalaman penggunaan nyata bukan hal baru di industri AI. Model-model terbaru dari OpenAI, Anthropic, dan Google sama-sama menghadapi tantangan serupa: skor evaluasi yang tinggi tidak selalu diterjemahkan menjadi performa konsisten di skenario kerja nyata.

Bagi pelaku bisnis digital di Indonesia, dinamika ini berdampak langsung pada pemilihan model AI untuk produk mereka. Developer yang membangun layanan berbasis AI perlu menguji sendiri performa model Gemini 4 Argon pada use case spesifik mereka, alih-alih hanya mengandalkan skor benchmark.

Google sendiri terus memperluas ekosistem Gemini. Perusahaan baru-baru ini merinci migrasi Gems ke skills dengan akses gratis, merombak panel samping dan pengaturan di aplikasi Gemini, serta mulai menguji fitur 'Call for Me' di Pixel 11 yang memungkinkan Gemini melakukan panggilan telepon atas nama pengguna.

Perdebatan soal performa Gemini 4 Argon kemungkinan akan terus berlanjut seiring lebih banyak developer dan perusahaan menguji model ini di lingkungan produksi. Bagi Google, mempertahankan posisi di garis depan persaingan AI global menjadi taruhan besar yang tidak hanya ditentukan oleh skor benchmark, tetapi juga oleh kepuasan pengguna nyata.

Follow www.denpasar24.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: 9to5google.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks