BALI — JAS Motorsport dan Pininfarina resmi memperkenalkan Tensei, restomod Honda NSX yang mengusung mesin V6 naturally aspirated 3.5 liter bertenaga 425 HP dan transmisi manual enam percepatan. Hanya 35 unit yang akan diproduksi, masing-masing dikustomisasi sesuai permintaan pemiliknya di fasilitas JAS Motorsport dekat Milan, Italia. Harga belum diumumkan, tetapi dipastikan tidak akan murah.
Pengumuman ini menutup penantian hampir setahun sejak teaser pertama muncul. Sejumlah detail sempat bocor bertahap dalam beberapa bulan terakhir, tetapi konfigurasi lengkap baru terungkap pekan ini. Nama Tensei sendiri berasal dari bahasa Jepang yang berarti "kelahiran kembali" atau "reinkarnasi".
Pininfarina menangani desain eksterior dan interior, sementara JAS Motorsport menyumbang pengalaman balap hampir tiga dekade untuk sisi rekayasa. Kerja sama ini menjadikan Tensei bukan sekadar restorasi, melainkan interpretasi ulang menyeluruh atas NSX generasi pertama yang lahir 1990.
Sekilas tidak ada keraguan bahwa Tensei mengambil inspirasi dari NSX 1990. Lampu utama pop-up ikonik masih ada, kini dengan teknologi LED. Proporsinya lebih agresif berkat stance lebih lebar dan wheelbase lebih panjang dibanding model aslinya.
Panel bodi aluminium digantikan serat karbon. Perubahan material ini menurunkan bobot kering menjadi sekitar 1.250 kilogram menurut klaim pabrikan. Angka itu terbilang ringan untuk mobil sport bermesin V6.
Dapur pacu tetap berbasis blok Honda C30A, tetapi dispesialis Inggris JUDD Power menggarapnya ulang. Kapasitas naik dari 3.0 menjadi 3.5 liter. Hasilnya, mesin naturally aspirated ini mengklaim 425 HP dan mampu berputar hingga 8.500 rpm.
Sejumlah komponen pendukung ikut diubah:
Kombinasi ini dijanjikan menghasilkan karakter suara V6 yang khas. Tidak ada transmisi otomatis kopling ganda di sini. Tenaga disalurkan ke roda belakang lewat transmisi manual enam percepatan dan differential limited-slip Torsen mekanis.
JAS Motorsport tidak mengabaikan sektor chassis. Konstruksi diperkuat, suspensi didesain ulang dengan peredam KW yang bisa disetel, dan pengereman diserahkan ke Brembo carbon-ceramic. Velg forged center-lock berukuran 19 inci di depan dan 20 inci di belakang, dibalut ban 245/35 R19 dan 285/30 R20.
Pininfarina mempertahankan tata letak kokpit NSX asli yang berorientasi pengemudi. Material yang dipakai kini mencakup serat karbon, kulit, Alcantara, dan titanium. Takometer masih analog, tuas persneling manual terekspos tanpa penutup, dan tidak ada layar sentuh raksasa yang mendominasi dasbor.
Pendekatan ini berlawanan dengan tren mobil modern yang serba digital. Bagi penggemar mobil sport analog, keputusan tersebut jelas disambut positif.
JAS Motorsport hanya akan memproduksi 35 unit Tensei. Setiap unit dikustomisasi sesuai permintaan pemilik dan dirakit di fasilitas JAS Motorsport dekat Milan, Italia. Harga belum diumumkan, tetapi mengingat skala produksi dan tingkat kustomisasi, wajar jika banderolnya jauh di atas NSX standar.
NSX asli dulu mengubah lanskap supercar. Mobil itu membuktikan performa eksotis bisa tetap nyaman dipakai harian, dan memaksa Ferrari serta pabrikan lain meningkatkan standar mereka. Lebih dari tiga dekade kemudian, Tensei membawa formula itu ke arah yang jauh lebih eksklusif.
Di tengah dominasi elektrifikasi, layar sentuh, dan transmisi otomatis, kehadiran mobil sport ringan bermesin naturally aspirated dengan transmisi manual menjadi oase tersendiri. Tensei bukan mobil untuk semua orang, tetapi keberadaannya menegaskan bahwa pendekatan analog masih punya tempat di industri otomotif saat ini.