JAKARTA — Irjen Pol. Dr. Putu Putera Sadana, S.I.K., M.Hum., M.M. menempati posisi baru sebagai Wakabareskrim Polri dan menyatakan siap mendongkrak efektivitas kerja Bareskrim. Ia akan memperkuat jajaran di bawah kepemimpinan Kabareskrim Polri Komjen Pol. Asep Safrudin dengan mengedepankan asas kecepatan, ketepatan, dan transparansi pelayanan hukum.
Konsolidasi internal dijadwalkan berjalan menyeluruh untuk memetakan kebutuhan operasional sekaligus memformulasikan langkah prioritas. Evaluasi berkala diterapkan langsung pada 100 hari pertama masa tugasnya.
Target utama penataan kinerja diarahkan pada pembenahan penanganan Laporan Polisi (LP) masyarakat yang kerap mengalami penundaan atau hambatan proses administrasi. Perwira yang pernah bertugas di Bareskrim pada 2003 itu menyebut tunggakan perkara sebagai persoalan yang harus segera dibereskan.
"Terutama yang banyak LP-nya tersendat selama ini, nanti kita sentil. Tidak boleh ada yang lambat-lambat dan tidak boleh menyusahkan masyarakat. Pokoknya harus gas," tegas Irjen Putu Putra Sadana.
Prinsip efisiensi dan transparansi ditetapkan sebagai standar operasional di seluruh jalur pelayanan reserse. Pihaknya memastikan tidak ada hambatan birokrasi yang tak perlu dalam proses penanganan perkara.
"Tidak ada yang dipersulit, semuanya diperlancar," ujarnya.
Langkah percepatan kinerja ini menjadi bentuk penerjemahan konkret dari arahan Kapolri Jenderal Polisi Dr. (H.C.) Suyudi Ario Seto melalui program "Polri Bersama Masyarakat". Melalui evaluasi terstruktur dan fokus penanganan kasus yang jelas, Bareskrim Polri menargetkan kepastian hukum yang lebih cepat, adil, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat.
Bagi warga Bali, posisi strategis yang diemban putra Mengwi, Badung, ini turut menjadi perhatian karena bersinggungan langsung dengan akses pelayanan hukum masyarakat luas, termasuk dalam penanganan perkara yang berkaitan dengan daerah asalnya.