BALI — Kemenangan Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 ternyata menyimpan cerita personal bagi Justin Hubner. Bek Garuda itu mengaku hujatan yang dialamatkan kepada istri dan anaknya justru menjadi bahan bakar untuk tampil habis-habisan di lapangan.
Justin Hubner membagikan momen kebahagiaannya lewat akun Instagram pribadinya, @justinhubner5. Dalam unggahan itu, ia tampak tersenyum lebar sambil mengangkat Piala FIFA ASEAN Cup 2026 di atas lapangan.
Pemain berposisi bek tengah ini tidak hanya merayakan trofi. Ia juga membuka cerita tentang apa yang membuat pertandingan-pertandingan di turnamen tersebut terasa begitu personal baginya.
Justin mengungkapkan bahwa istri, Jennifer Coppen, dan anaknya, Kamari, sempat menerima ujaran kebencian dari warganet. Hujatan itu muncul di tengah perjalanan Timnas Indonesia menuju gelar juara.
Alih-alih membalas dengan emosi, Justin memilih menjadikan hal tersebut sebagai motivasi tambahan. Baginya, setiap pertandingan bukan sekadar soal sepak bola, melainkan juga soal membuktikan sesuatu untuk keluarga kecilnya.
Ia menyebut pertandingan yang ia lakoni terasa sangat personal. Tekanan dari luar lapangan justru membuatnya semakin fokus dan bertekad memberikan yang terbaik.
Dalam unggahannya, Justin tidak menyembunyikan rasa bangganya bisa menjadi bagian dari skuad Garuda. Ia menyebut trofi ini sebagai yang pertama bagi Indonesia di turnamen tersebut.
"Kita adalah juara. Wah, harus mulai dari mana ya? Saya sangat bangga menjadi bagian dari tim ini dan membantu Indonesia meraih trofi pertama. Kami membuktikan mengapa kami adalah negara terbaik di turnamen ini berkat mentalitas yang luar biasa," ungkap Justin Hubner, dikutip Rabu (7/10/2026).
Pernyataan itu menegaskan bahwa keberhasilan Indonesia bukan hanya soal kualitas teknis. Mentalitas tim menjadi kunci utama yang membedakan Garuda dari lawan-lawannya.
Justin secara khusus menyoroti mentalitas luar biasa yang ditunjukkan seluruh pemain sepanjang turnamen. Menurutnya, hal itulah yang membuat Indonesia layak disebut sebagai negara terbaik di FIFA ASEAN Cup 2026.
Dukungan dari keluarga, termasuk istri dan anak, turut menjadi energi tersendiri bagi Justin. Ia ingin menunjukkan bahwa dirinya bermain untuk sesuatu yang lebih besar dari sekadar kemenangan individu.
Trofi FIFA ASEAN Cup 2026 ini menjadi penanda bahwa skuad Garuda mampu bersaing di level regional. Bagi Justin, gelar juara ini adalah bukti nyata dari kerja keras dan ketangguhan seluruh tim.
Kasus hujatan yang dialami keluarga Justin bukan hal baru di dunia sepak bola Indonesia. Keluarga pemain kerap menjadi sasaran komentar pedas di media sosial, terutama saat tim mengalami tekanan.
Respons Justin menunjukkan cara sehat dalam menghadapi situasi tersebut. Ia tidak terjebak dalam konflik daring, melainkan mengalihkan energi negatif menjadi prestasi di lapangan.
Bagi para orang tua yang memiliki anak penggemar sepak bola, kisah ini bisa menjadi bahan obrolan tentang pentingnya menjaga sikap di media sosial. Dukungan, bukan cacian, yang seharusnya diberikan kepada pemain dan keluarganya.
Perjalanan Justin Hubner bersama Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 membuktikan bahwa tekanan bisa diubah menjadi kekuatan. Gelar juara yang dipersembahkan untuk Indonesia sekaligus menjadi jawaban atas segala hujatan yang sempat menerpa keluarganya.