BALI — Menjadi ibu hamil di usia muda memang penuh tantangan, terutama saat harus memastikan tumbuh kembang janin optimal di tengah kesibukan. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bantul baru-baru ini menggelar kampanye khusus untuk ibu hamil di Gedung Gandung Pardiman Center, Imogiri. Acara ini menegaskan bahwa kunci pencegahan stunting justru dimulai sejak masa kehamilan, bukan setelah bayi lahir.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Bantul, dr. Abed Nego Dani Nugraha, menyebut ibu hamil sebagai kunci generasi sehat. “Dengan edukasi yang tepat, pemeriksaan rutin, dan gizi seimbang, kita bisa mencegah stunting dan menurunkan angka kematian ibu dan bayi,” ujarnya di hadapan para peserta yang terdiri dari ibu hamil, suami, dan kader pendamping.
Banyak ibu muda yang masih ragu seberapa sering harus memeriksakan diri ke bidan atau dokter. Padahal, standar yang ditekankan dalam kampanye ini adalah pemeriksaan kehamilan minimal enam kali selama masa kehamilan. Pemeriksaan ini wajib mencakup ultrasonografi (USG) oleh dokter untuk memastikan kondisi janin berkembang normal.
Pemeriksaan rutin ini bukan sekadar formalitas. Melalui kunjungan berkala, tenaga kesehatan bisa mendeteksi dini potensi komplikasi seperti tekanan darah tinggi, anemia, atau gangguan pertumbuhan janin. Semakin awal masalah ditemukan, semakin mudah pula ditangani sebelum berdampak pada kesehatan ibu dan bayi.
Selain rajin periksa, kebutuhan nutrisi harian menjadi pilar utama yang tidak boleh dilewatkan. Para ibu hamil didorong untuk memenuhi gizi seimbang dan rutin mengonsumsi tablet tambah darah. Suplemen ini berperan krusial untuk mencegah anemia yang sering dialami ibu hamil dan memastikan suplai oksigen ke janin tetap lancar.
Dukungan keluarga, terutama suami, menjadi faktor penting dalam keberhasilan ini. Suami bisa berperan aktif dengan mengingatkan jadwal minum tablet tambah darah dan menyediakan makanan bergizi di rumah. Kehadiran suami dalam acara kampanye ini menunjukkan bahwa peran ayah sangat dibutuhkan, bukan hanya sebagai pendamping, tetapi juga pengawas kesehatan istri.
Dokter spesialis kebidanan dan kandungan, dr. Alfun Dhiya An, M.Kes, Sp.OG, Subsp. ObgynSos, membagikan tiga pilar penting yang perlu diperhatikan setiap ibu hamil. Ketiga pilar ini saling berkaitan dan harus dilakukan secara konsisten selama sembilan bulan kehamilan.
Jangan menunggu jadwal kontrol berikutnya jika Anda merasakan gejala yang mengkhawatirkan. Keluhan seperti pusing yang tak kunjung reda, bengkak berlebihan di kaki dan tangan, atau gerakan janin yang berkurang harus segera dikonsultasikan. Lebih baik memeriksakan diri lebih awal daripada menyesal di kemudian hari.
Kampanye dari Dinkes Bantul ini menegaskan bahwa pencegahan stunting adalah kerja bersama. Dengan aktif memanfaatkan layanan kesehatan yang tersedia dan menjaga pola hidup sehat, Anda tidak hanya melindungi diri sendiri, tetapi juga memberikan awal kehidupan terbaik untuk si kecil.