BULELENG — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Buleleng mengonfirmasi kematian bocah GEW (7) yang diduga kuat akibat infeksi virus rabies. Korban digigit anjing peliharaan keluarga di bagian betis kaki kiri pada awal Juni lalu, namun orang tua tidak membawanya ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan vaksin antirabies (VAR).
Kepala Dinkes Buleleng Sucipto mengatakan, korban mulai menunjukkan gejala khas rabies pada Kamis (6/8). Awalnya, keluarga membawa GEW berobat ke bidan dan hanya mendapatkan obat demam serta vitamin karena kondisinya dinilai belum parah.
Kondisi GEW tidak kunjung membaik. Keluarga kemudian membawanya ke RSUD Tangguwisia, Seririt, pada Jumat (7/8). Dari pemeriksaan medis, bocah tersebut menunjukkan sejumlah gejala klinis rabies, di antaranya hidrofobia atau takut terhadap air, takut terhadap angin, produksi air liur berlebih, sensitif terhadap cahaya, dan kegelisahan.
"Di RSUD Tangguwisia dilakukan pemeriksaan dan pasien di